Bupati OKI Singgung “CEO Menyamar”, Menantu Kepala BKPSDM Jadi Sorotan – BKPSDM Dikritik Tidak Berikan Dampak Perubahan
Kayuagung
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi sorotan publik setelah Bupati OKI Muchendi menyebutkan adanya “CEO yang menyamar” dalam salah satu kesempatan. Hal tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan keberadaan menantu Kepala BKPSDM Antonius yang berinisial A, yang bekerja di bidang Humas dan Protokol Sekretaris Daerah (Sekda) OKI dan sering tampil di depan publik dibandingkan dengan PNS lainnya. Selain itu, BKPSDM juga dikritik karena dinilai tidak memberikan dampak perubahan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah.
Beberapa sumber dari lapangan menyatakan bahwa kondisi kinerja di lingkungan BKPSDM OKI jauh dari harapan. Sejumlah PNS dikabarkan hanya hadir di kantor untuk melakukan absensi pagi, kemudian pergi untuk mengurus urusan pribadi, dan kembali hanya untuk absensi sore hari. Publik menilai bahwa kinerja BKPSDM hanya bersifat formalitas tanpa memberikan pengaruh atau perubahan yang nyata bagi masyarakat maupun dalam peningkatan kualitas ASN.
“Kita sering melihat petugas BKPSDM datang hanya untuk absen lalu pergi; tidak ada aktivitas yang jelas yang mereka lakukan. Padahal, BKPSDM seharusnya menjadi ujung tombak dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja ASN di Kabupaten OKI,” kritik Siti Aisyah saat diminta memberi tanggapan.
Selain itu, kepemimpinan Kepala BKPSDM Antonius juga menjadi perhatian publik. Beberapa pihak mengungkapkan bahwa beliau diduga jarang berada di kantor ketika diminta untuk menanggapi berbagai isu terkait PNS, seperti permasalahan mutasi, pengembangan kompetensi, hingga ketidaksiapan ASN dalam menjalankan tugas. Kondisi ini membuat publik meragukan komitmen pihak BKPSDM dalam menangani permasalahan kepegawaian di daerah.
Isu menjadi semakin hangat setelah Bupati OKI Muchendi menyampaikan ucapan yang menyiratkan adanya oknum yang menyamar sebagai pemimpin namun tidak memberikan kontribusi nyata. Publik kemudian mengaitkan hal ini dengan keberadaan menantu Kepala BKPSDM yang berinisial A – yang bekerja di Humas dan Protokol Sekda OKI – yang digadang-gadang selalu mendapatkan perhatian khusus dan sering tampil di depan publik dibandingkan dengan PNS lainnya yang dianggap lebih berkompeten.
“Mengapa seseorang yang bukan merupakan pejabat utama justru sering muncul di berbagai acara dan mendapatkan perhatian lebih? Padahal, seharusnya perhatian diberikan kepada PNS yang telah lama bekerja dan memiliki kontribusi nyata,” ujar seorang masyarakat Kayuagung saat ditanya.
Publik mengungkapkan harapan agar pihak BKPSDM dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kinerja yang ada. Mereka juga meminta agar Bupati OKI memberikan klarifikasi terkait ucapan yang menyangkut “CEO menyamar”, serta mengkaji ulang peran dan kedudukan pejabat di lingkungan BKPSDM dan terkait instansi lainnya untuk memastikan bahwa setiap posisi dijalankan dengan profesional dan memberikan manfaat bagi pengembangan ASN serta masyarakat.
Kita berharap BKPSDM dapat kembali menjalankan perannya dengan baik, meningkatkan kinerja ASN, dan memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan daerah. Jangan sampai lembaga yang seharusnya menjadi motor penggerak perubahan justru menjadi sumber masalah. (Tim/Red)
Referensi:
Kinerja ASN Harus Berdampak, Tinggalkan Mentalitas “CEO Menyamar”
